
SOLUSIMEDIA.ID, MAKASSAR — Komunitas Langkah Kita menggelar kegiatan Centre Oriented Community (COC) bertajuk “Membangun Kepedulian Bersama untuk Perlindungan Hewan dan Advokasi Efektif” di Hotel Claro Makassar, Minggu (8/11/2026).
Kegiatan ini menjadi ruang pertemuan bagi berbagai pihak untuk memperkuat kepedulian, membangun kolaborasi, serta merumuskan langkah bersama dalam meningkatkan perlindungan dan kesejahteraan hewan.
COC menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai latar belakang, yakni Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi Sulawesi Selatan, Bustanul Arifin, SH., MM., dengan materi mengenai peran pemerintah dalam kolaborasi komunitas.
Hadir pula drh. Rostiana Silta yang membawakan materi tentang manajemen puskeswan berbasis komunitas untuk perlindungan hewan berkelanjutan. Sementara drh. Felisitas F. Sambe Mambela membagikan pengalaman NGO selama enam tahun dalam COP Borneo, serta drh. Reza Basri yang mengangkat kearifan lokal dalam perlindungan hewan.
Ketua Komunitas Langkah Kita, drh. Sry Deniati, dalam laporan sekaligus sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi langkah awal untuk menghidupkan kembali program-program komunitas agar berjalan lebih terarah dan sesuai dengan standar yang dibutuhkan.
Ia menjelaskan, Komunitas Langkah Kita ingin memperkuat peran komunitas sebagai penghubung antara berbagai program perlindungan hewan dengan kebutuhan nyata di lapangan. Menurutnya, kolaborasi dengan pemerintah dan berbagai pihak menjadi penting agar kegiatan komunitas dapat berjalan beriringan dan memberikan manfaat yang lebih luas.
Salah satu perhatian yang disorot ialah penguatan program pelayanan kesehatan hewan melalui dukungan tenaga medis veteriner, termasuk pendampingan penanganan penyakit hewan di lapangan. Selain itu, komunitas juga mendorong pelaksanaan kegiatan bakti sosial serta dukungan terhadap kebutuhan penampungan atau shelter hewan.
Sry Deniati menegaskan bahwa setiap program perlu dirancang dengan memperhatikan standar, kapasitas, serta kebutuhan di lapangan. Dengan demikian, kegiatan yang dijalankan tidak hanya bersifat seremonial, tetapi benar-benar memberikan dampak terhadap perlindungan dan kesejahteraan hewan.
Ia juga mengajak seluruh peserta untuk membangun kepedulian yang lebih luas terhadap hewan, termasuk kucing dan hewan lainnya yang membutuhkan perhatian serta perlindungan.
Menurutnya, upaya tersebut membutuhkan proses dan kesinambungan. Setelah tahap pengenalan komunitas, diperlukan langkah lanjutan untuk memperkuat kapasitas, menjaga hubungan antarkomunitas, serta meningkatkan kompetensi dalam menjalankan program perlindungan hewan.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa Komunitas Langkah Kita tidak hanya berorientasi pada pelaksanaan proyek atau kegiatan tertentu. Sebaliknya, program yang dibangun diharapkan tumbuh dari kebutuhan dan kesepakatan bersama komunitas sehingga dapat dijalankan secara berkelanjutan.
Melalui pelaksanaan COC ini, Komunitas Langkah Kita berharap terbangun sinergi yang semakin kuat antara pemerintah, tenaga profesional, organisasi pemerhati hewan, dan masyarakat.
Kegiatan ini sekaligus menjadi momentum untuk menyatukan niat dan langkah dalam memperluas gerakan kepedulian terhadap hewan, serta mendorong advokasi perlindungan hewan yang lebih efektif di Indonesia. (*)





