
SOLUSIMEDIA.ID,SELAYAR– BKKBN Provinsi Sulawesi Selatan melaksanakan kegiatan fasilitasi dan pembinaan teknis di bidang pengasuhan usia dini kepada pengelola program BKB Tingkat Kabupaten/Kota dan Desa/Kelurahan serta Sosialisasi SEB 6 Kementrian/Lembaga tentang pembentukan dan penyelenggaraan Tamasya) di Selayar.
Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan perilaku pengasuhan, melakukan pemantauan tumbuh kembang anak di TPA, meningkatkan pencatatan dan pelaporan pengasuhan 1000 HPK dan TAMASYA, serta mensosialisasikan SEB 6 Kementerian/Lembaga tentang TAMASYA.
Program TAMASYA merupakan salah satu inisiatif Quick Win BKKBN yang berfokus menyediakan layanan pengasuhan anak usia dini yang aman, terjangkau, dan berkualitas, khususnya bagi orang tua bekerja.
Dalam sambutannya, Kepala Perwakilan Kemendukbangga/BKKBN Provinsi Sulsel, Shodiqin, SH., MM, menyampaikan kabar baik sekaligus tantangan yang masih ada. Berdasarkan data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI), angka prevalensi stunting di Provinsi Sulawesi Selatan pada tahun 2024 berada di angka 23,3%.
”Kabupaten Selayar telah menunjukkan progres yang luar biasa. Angka stunting tahun 2024 di Selayar tercatat sebesar 25,7 persen, yang berarti terjadi penurunan signifikan sebesar 5,6 persen dari tahun sebelumnya yang mencapai 31,3 persen,” ungkap Shodiqin.
Meskipun terjadi penurunan, ia menegaskan bahwa upaya pencegahan stunting harus terus diintensifkan. Program KBKR, khususnya Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP), menjadi kunci untuk mencegah kelahiran bayi dengan risiko stunting baru.
”Berencana itu keren. Dua anak lebih sehat,” menjadi pesan utama yang diserukan dalam kegiatan ini, menekankan pentingnya mengatur jarak dan jumlah kelahiran untuk memaksimalkan pengasuhan dan kesehatan ibu serta anak.
Kegiatan ini dihadiri Asisten I Pemerintah dan Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Selayar, Kepala DP3AP2KB Selayar, Danramil 01, serta jajaran Forkopimda terkait.
Selain itu juga dilakukan penyerahan Bantuan Telur dari PT Pertamina Makassar, dan Penyaluran Bantuan Genting dari Kemendukbangga/BKKBN Provinsi Sulawesi Selatan.
Bantuan ini secara langsung diserahkan kepada para keluarga sasaran yang memiliki risiko stunting (KRS) di Kecamatan Bontoharu.
Kepala Perwakilan Kemendukbangga/BKKBN Provinsi Sulsel, Shodiqin berharap, dengan kegiatan ini seluruh lapisan masyarakat di Wilayah Kepulauan Selayar, termasuk yang terpencil dan sulit dijangkau, dapat memperoleh akses pelayanan KBKR yang setara dan berkualitas .(*)





