HealthNewsRegional

Tim TPCB Dinas Kesehatan Makassar Lawatan Kaji Banding Ke Dinkes Kabupaten Bandung

SOLUSIMEDIA.ID,MAKASSAR- Tim  Pembina Cluster Binaan – TPCB Dinas Kesehatan Kota Makassar melaksanakan study kaji ke Kabupaten Bandung. Rombongan di pimpin Sekertaris dinas Kesehatan  bersama Kepala bidang Pelayanan Kesehatan  Kota Makassar . Di terima langsung oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung Jawa barat, dr. Hj. Yuli Irnawati Mosjasari, MM., bersama Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Masyarakat di Kantor Kesehatan Kabupaten Bandung, Jawa Barat, jumat, 14 juni 2024.

Dalam kegiatan Kaji Banding Dinas Kesehatan Kota Makassar dan Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung melakukan sharing dan tukar pikiran mengenai Tim TPCB dan dilanjutkan studi lapangan ke Puskesmas Kopo sebagai Puskesmas unggulan percontohan akreditasi.

BACA JUGA  Hari Pertama Aktif Jadi Wali Kota Pascacuti Pilkada, Danny Pomanto Gelar Salat Subuh Berjamaah: Jaga Kota, Jaga Demokrasi!

Hal itu di sampaikan Sekretaris Dinkes Kota Makassar, dr. H. Ahmad Asyarie . Apalagi melihat jumlah Puskesmas Kabupaten Bandung yang lebih besar yang mencapai  60 Puskesmas karena jumlah penduduk yang lebih banyak. Sementara  Dinas Kesehatan Kota Makassar mengelola 47 Puskesmas.

“Ada beberapa yang bisa kita adopsi dari hasil studi dari Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung, contoh program inovasinya, Kadis bisa memonitoring tiap dapil dalam satu tahun dan standar-standar penilaian Tim TPCB Kabupaten Bandung,” jelasnya.

Setelah itu, kata Ari, mereka  turun langsung ke lapangan melihat salah satu puskesmas , yakni puskesmas Kopo sesuai dari hasil pemaparan Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung untuk melihat langsung program monitoring SPM, monitoring akreditasi dan BLUD”.

BACA JUGA  Bappeda Rampungkan Dokumen RKPD 2026 Kota Makassar

“Kami memilih kabupaten Bandung karena ini merupakan arahan dari Kementerian kesehatan Tim TPCB sedangkan untuk Kota Semarang akan menyusul tahap berikutnya,” ungkapnya.

“Kami berharap apa yang diperoleh dari Dinas Kabupaten Bandung bisa diadopsi, dan apa yang kita perbuat di Dinas Kesehatan Kota Makassar, Dinkes Kabupaten Bandung belum dilakukan, itulah yang kita sharing,” tutup Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Makassar, dr. Ahmad Asyarie.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button