
Susunan peping jalan dilukis menjadi dengan cat warni-warni. Setiap beberapa langkah menyediakan lukisan yang bisa dimaini, seperti ular tangga, dan dende. Longwis Ceria berhasil menjadi lorong interaktif.
Ia mengungkapkan lorong ini menjadi salah satu representasi mengapa Kota Makassar masuk sebagai salah satu kota paling bahagia di dunia.
“Lorong wisatanya bukan cuma warna-warni saja, tetapi dilukis dan salah satu lukisan seperti tempat bermain anak-anak yang menjadi inspirasi dalam survei Kota Terbahagia di Dunia,” jelasnya.
Indirapun menegaskan pentingnya evaluasi dan inovasi berkelanjutan agar Lorong Wisata ini terus berkembang. Ia menyarankan agar lorong wisata ini menjadi pilot project yang dapat diadopsi oleh seluruh kecamatan dan kelurahan di Kota Makassar.
“Pak Camat, tolong ini menjadi pilot project lorong yang ada di semua kecamatan dan kelurahan. Ini sangat luar biasa,” pungkas Indira.
Indira turut meminta sinergitas PKK Kecamatan Rappocini dan PKK Kelurahan Buakana untuk terus bekerja sama dengan pemerintah kota dalam membawa kecamatan menjadi yang terbaik.





