
Melalui GENCARKAN, OJK menargetkan pada tahun 2025 sebanyak 90 persen pelajar memiliki tabungan, 2,5 juta mahasiswa dan pemuda memiliki rekening melalui program SiMuda, serta pembukaan akses kredit UMKM untuk 1,6 juta debitur.
Program ini juga bertujuan untuk meningkatkan penggunaan produk keuangan oleh 30 persen penyandang disabilitas.
“End-state yang kita harapkan melalui Program GENCARKAN ini adalah indeks inklusi keuangan Nasional dapat mencapai 98 persen pada perayaan Indonesia Emas tahun 2045,” kata Friderica.
Dalam kegiatan Pencanangan GENCARKAN, OJK juga memberikan apresiasi kepada Pelaku Usaha Jasa Keuangan maupun Pemerintah Daerah dalam mendorong peningkatan literasi dan inklusi keuangan dalam bentuk Financial Literacy Award dan Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR) Award.**(Ima)





