
SOLUSIMEDIA.ID, MAKASSAR,- Industri perbankan di wilayah Sulampua menunjukkan pertumbuhan positif. Hal itu Sejalan dengan kondisi sektor jasa keuangan secara nasional yang dinilai terjaga stabil didukung oleh tingkat permodalan yang kuat dan likuiditas memadai di tengah ketidakpastian global akibat tensi geopolitik serta perlambatan perekonomian global.
Dari data Kantor OJK Provinsi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat (Sulsel Sulbar) secara year on year mencatatkan kinerja industri perbankan di wilayah Sulampua tumbuh pada Total Aset , Dana Pihak Ketiga (DPK) dan Kredit masing-masing sebesar 6,69 persen, 5,53 persen dan 8,82 persen dengan tingkat intermediasi Loan to Deposit Ratio (LDR) sebesar 124,19 persen dengan Non Performing Loan (NPL) yang terjaga di angka 2,58 persen.
OJk juga mencatat per juli 2024 total aset perbankan khusus di Sulawesi Selatan tumbuh 8,17 persen (yoy) dengan nominal mencapai Rp198,09 triliun. Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh 7,40 persen (yoy) dengan nominal mencapai Rp132,14 triliun. Adapun kredit yang disalurkan tumbuh sebesar 8,35 persen (yoy) dengan nominal mencapai Rp161,53 triliun. Penyaluran kredit di Sulawesi Selatan masih didominasi oleh penyaluran kredit produktif sebesar 55,09 persen.





