
Peserta juga diajarkan pentingnya menjaga kadar oksigen terlarut di dalam kolam, dengan optimalisasi pada 5 miligram per liter, karena konsentrasi di bawah 4 mg/l dapat berdampak negatif pada kehidupan akuatik.
Musakkar berharap kegiatan ini dapat meningkatkan minat dan kemampuan pembudidaya perikanan air tawar dan payau di Kabupaten PPU, terutama dalam pengembangan ikan nila salin yang dinilai lebih mudah beradaptasi dengan kondisi lokal.
Selain itu, metode budidaya yang ditawarkan, baik menggunakan kolam beton maupun sistem bioflok, memungkinkan pembudidaya untuk beroperasi meski dengan lahan terbatas.





