
Dimana Kondisi ini juga didukung dengan kinerja sektor jasa keuangan yang tumbuh secara berkelanjutan dan terjaga stabil. Pada Agustus 2024, Kinerja Perbankan Sulawesi Selatan mengalami pertumbuhan yang positif secara year on year untuk Aset sebesar 7,78% (Rp198,95 triliun), DPK 8,61% (Rp133,64 triliun) dan kredit 7,68% (Rp162,32 triliun) dengan tingkat risiko kredit yang terjaga di level 2,98% dengan fungsi intemediasi (LDR) mencapai 123,72%. Adapun penyaluran kredit di Sulawesi Selatan didominasi oleh sektor perdagangan besar dan eceran (share: 23,82%), untuk pemilikan peralatan RT Lainnya (17,56%) dan untuk pemilikan rumah tinggal 15,40%.
Menurutnya tingginya penyaluran kredit untuk pemilikan rumah tinggal menunjukkan besarnya minat masyarakat Sulawesi Selatan untuk mewujudkan hunian idaman. Kebutuhan akan perumahan juga menjadi prioritas bagi masyarakat Sulawesi Selatan . KPR menjadi salah satu produk keuangan yang sangat diminati, terutama oleh generasi muda dan keluarga baru yang sedang mencari hunian pertama.
“Penyaluran Kredit Pemilikan Rumah (KPR) di Sulawesi Selatan pada bulan Agustus 2024 tercatat tumbuh sebesar 16,73% (YoY). Pertumbuhan tertinggi terjadi pada pemilikan flat atau apartemen (38,81%), sedangkan share terbesar penyaluran KPR masih tetap pada pemilikan rumah tinggal (92,69%) khususnya pada rumah tinggal tipe 22 s.d. 70. Persentase NPL pada penyaluran KPR masih terjaga sebesar 2,22%,” ujarnya.





