
Menurutnya, pesantren dan lembaga seperti IMMIM berperan penting dalam mempersiapkan generasi muda untuk menghadapi masa depan dengan keterampilan yang relevan, baik dalam bidang agama maupun ekonomi.
“Pesantren menghadapi modernisasi dengan bijak, menyadari bahwa kehidupan terus berubah. Oleh karena itu, penguasaan digitalisasi, bahasa Inggris juga Arab menjadi prioritas utama. Ini juga bagian dari upaya pesantren untuk mempersiapkan santri menghadapi tantangan global,” tegas Jufri.
Expo Santri 2024 juga menjadi ajang untuk menunjukkan bahwa santri saat ini tidak lagi terbelakang, tetapi maju, modern, dan memiliki keterampilan untuk bersaing di dunia digital dan ekonomi.
Santri, menurut Jufri, memiliki peran penting dalam memajukan bangsa, termasuk melalui kewirausahaan.
“Santri yang menjadi entrepreneur adalah salah satu kunci untuk menciptakan negara yang maju. Kita berharap santri yang memiliki jiwa entrepreneurship dapat membangun peradaban di komunitasnya masing-masing,” tambahnya.
Jufri juga mengingatkan bahwa Sulawesi Selatan adalah tanah harapan dan berharap santri juga menjadi bagian dari harapan pembangunan.





