
Selain itu, Bintang juga menyatakan bahwa mereka tengah mengembangkan pelet ikan dari maggot sebagai langkah penghematan biaya pakan hingga 30 persen.
“Maggot dapat mengurangi jumlah sampah organik dan dapat menjadi potensi ekonomi budidaya,” ujarnya. Ia menambahkan, jika setiap kelurahan memiliki fasilitas budidaya maggot dengan kapasitas produksi 20 kilogram per siklus, maka sampah harian yang dapat dikurangi mencapai 60 kilogram.
Program ini diharapkan menjadi model ekonomi sirkuler, memberikan manfaat bagi lingkungan sekaligus ekonomi masyarakat.





