
Oleh karena itu, Ary khawatir bagi generasi muda yang tepatnya berada wilayah di PPU mengalami penurunan minat terhadap peninggalan seni dan budaya dari leluhur mereka kerena kemajuan teknologi yang cenderung masif.
“Kami fokus mengedukasi anak-anak usia dini dengan menanamkan nilai-nilai dari seni dan budaya, sejauh ini sudah ada 210 peserta didik dari kalangan pelajar SD, SMP dan SMA,” jelasnya.
Ia pun menegaskan bahwa pelaksanaan kegiatan tersebut tidak memungut biaya apapun kepada peserta didik karena program tersebut terlaksana datang dari dorongan kepedulian terhadap pelestarian seni dan budaya Kaltim yang kian merosot.
“Saya tidak memungut biaya kepada peserta karena ini bentuk kepedulian saya terhadap generasi muda yang mau belajar melestarikan budaya,” pungkasnya. (*)





