“Samarinda termasuk terlambat, namun sekarang sudah dalam proses,” ungkapnya.
Sebagai bagian dari program sosialisasi, Dispora Kaltim juga berencana untuk memberikan fasilitas dan alat pendukung kepada sekolah-sekolah yang berminat untuk mengembangkan olahraga ini. Sosialisasi tersebut sudah dimulai di tingkat Sekolah Dasar (SD), namun Dispora Kaltim berencana untuk melanjutkannya ke tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA).
“Sosialisasi ini dirancang untuk menjangkau berbagai tingkat pendidikan, mulai dari sekolah dasar hingga menengah atas,” jelasnya.
Hasbar berharap, dengan mengenalkan olahraga pickleball sejak dini, generasi muda Kaltim dapat menjadi lebih aktif dan sehat.
“Kami optimis, dengan mengenalkan olahraga ini sejak dini, akan muncul generasi muda yang aktif dan sehat,” tandasnya.(*)





