
“Salah satu penyebab kekalahan, yang pertama kurangnya bermain bersama karena jadwal latihan seminggu 3x dan beberapa atlet kadang bisa latihan 1-2 kali saja seminggu,” jelasnya.
Pun, Ia mengatakan bahwa dari hasil pertandingan tersebut dapat menjadi pelajaran baik untuk atlet sehingga lebih termotivasi untuk terus berlatih dan berkembang menjadi atlet yang berprestasi.
Lebih lanjut, Ia akan melakukan evaluasi perkembangan atlet dengan meningkatkan porsi latihan dan lebih memperbanyak sparing antar club-club local.
“Evaluasi yaitu dengan mempersiapkan lebih banyak latihan bersama selama 1-2 bulan sebelum pertandingan dimulai dan akan menambah waktu latihan 1 Minggu sekali di luar jam akademi untuk melatih kekompakan, kerjasama dan skil individual masing-masing atlet,” urainya.
“Bukan berarti jadwal latihan akademi kurang, hanya saja banyak siswa nya jadi kita kurang fokus untuk melatih tim yang akan bertanding,” tutupnya.
Kendati demikian, Andaz berharap akademi bola basket dapat terus berkembang sehingga mampu menciptakan regenerasi atlet muda berprestasi dan mendapatkan dukungan positif dari masyarakat.(*)





