“Jadi, bukan hanya Pokdakan Desa Sesulu dan Api-Api yang memiliki minat tinggi. Hampir seluruh daerah pesisir juga sangat tertarik mengembangkan budi daya kepiting dengan memanfaatkan apartemen kepiting,” ungkapnya.
Musakkar mengungkapkan bahwa dengan adanya inovasi apartemen kepiting, pengembangan usaha budi daya kepiting bakau kini semakin mudah . Dengan adanya apartemen kepiting, para pembudi daya kini dapat melakukan penggemukan kepiting langsung pada pekarangan rumah mereka.
Setiap unit apartemen kepiting dapat tersusun dengan rapi pada halaman atau pekarangan rumah. Selain itu, mereka juga bisa memanfaatkan pekarangan samping atau bahkan belakang rumah untuk menempatkan apartemen tersebut.
Apartemen kepiting tersebut terdiri dari susunan boks-boks berukuran 40 x 36 x 18 cm. Setiap boks hanya untuk satu ekor bibit kepiting dengan berat minimal 300 gram. Setelah melalui proses penggemukan selama sekitar 15 hari, kepiting akan mencapai bobot yang cukup untuk dipasarkan, memberikan hasil yang menguntungkan bagi para pembudi daya.
“Apa lagi jika hanya membudidayakan pekarangan rumah. Tentunya lebih aman dan mudah untuk dipantau,” tambahnya.





