BusinessNasionalNews

OJK Laporkan Kinerja Stabil Perbankan, NPL dan Risiko Kredit Terjaga di 2024

Sementara itu, Liquidity Coverage Ratio (LCR) berada di level 213,07%, menunjukkan kapasitas likuiditas bank yang tetap kuat untuk menghadapi potensi tekanan pasar.

Kualitas Kredit dan Profitabilitas Bank
Kualitas kredit perbankan tetap terjaga dengan rasio kredit bermasalah (NPL) gross sebesar 2,19% dan NPL net sebesar 0,75%.

Loan at Risk (LaR) menunjukkan tren penurunan menjadi 9,82%, lebih rendah dibandingkan sebelum pandemi pada Desember 2019 yang mencapai 9,93%.

Tingkat profitabilitas industri perbankan, yang diukur melalui Return on Assets (ROA), mencapai 2,69%. Rasio kecukupan modal (CAR) tetap tinggi di level 26,92%, meskipun sedikit menurun akibat pertumbuhan Aset Tertimbang Menurut Risiko (ATMR) yang selaras dengan ekspansi kredit.

BACA JUGA  Wali Kota Munafri Harap Ketua KKSS Baru Bawa Kejayaan Bagi Sulsel

Pertumbuhan Buy Now Pay Later (BNPL)
Kredit berbasis buy now pay later (BNPL) menunjukkan pertumbuhan pesat sebesar 42,68% (yoy) dengan baki debet mencapai Rp21,77 triliun.

Jumlah rekening BNPL meningkat menjadi 24,51 juta, mencerminkan perubahan preferensi konsumen terhadap skema pembayaran yang lebih fleksibel.

Pemberantasan Judi Online
OJK terus memperketat pengawasan terhadap aktivitas keuangan yang terindikasi ilegal. Hingga November 2024, OJK telah memblokir sekitar 8.500 rekening yang terkait aktivitas judi online berdasarkan data dari Kementerian Komunikasi dan Digital.

BACA JUGA  Bertumbuh Pelan,Ekonomi Syariah Indonesia Terkendala Aturan dan Minim Inovasi

Lihat Semua

Previous page 1 2 3Next page

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button