
Sektor fintech juga berkembang pesat, dengan outstanding pinjaman pada fintech peer-to-peer lending mengalami kenaikan yang sangat signifikan, tumbuh 49,04 persen, mencapai Rp1,73 triliun. Meskipun demikian, sektor ini berhasil menjaga tingkat wanprestasi pada angka yang sangat rendah, yakni 1,57 persen, yang menunjukkan pengelolaan risiko yang baik dalam sektor fintech.
Namun, sektor perusahaan modal ventura menghadapi tantangan, dengan pembiayaan modal ventura mengalami kontraksi sebesar -2,48 persen. Hal ini mengindikasikan bahwa sektor ini memerlukan perhatian lebih untuk dapat kembali tumbuh dengan lebih optimal.
OJK Fokus pada Penguatan Stabilitas Sektor Keuangan
Secara keseluruhan, sektor keuangan di Sulawesi Selatan menunjukkan kinerja yang stabil dan terus berkembang di berbagai subsektor.
Kredit UMKM, pasar modal, asuransi, dan lembaga pembiayaan tercatat mengalami pertumbuhan yang positif, sementara sektor modal ventura masih membutuhkan penyesuaian agar dapat tumbuh lebih optimal.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan lembaga terkait terus berkomitmen untuk menjaga stabilitas sektor keuangan dan mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan di wilayah Sulawesi Selatan.





