
Kinerja intermediasi perbankan Sulawesi Selatan tercatat solid, dengan Loan to Deposit Ratio (LDR) berada di angka 125,23 persen. Rasio kredit bermasalah juga berada pada level aman, yakni 2,70 persen, menunjukkan pengelolaan risiko yang baik oleh lembaga keuangan.
Pertumbuhan Perbankan Syariah yang Menggembirakan
Sektor perbankan syariah di Sulawesi Selatan menunjukkan angka pertumbuhan yang lebih tinggi dibandingkan sektor perbankan konvensional. Aset perbankan syariah tercatat tumbuh sebesar 22,24 persen (yoy), mencapai Rp17,82 triliun. DPK yang dihimpun oleh perbankan syariah juga mengalami kenaikan signifikan, tumbuh sebesar 18,96 persen (yoy), dengan total Rp12,15 triliun.
Penyaluran pembiayaan perbankan syariah juga menunjukkan hasil yang positif, tumbuh 19,82 persen (yoy) menjadi Rp14,21 triliun. Hal ini mencerminkan tingginya minat masyarakat terhadap produk keuangan berbasis syariah di wilayah ini.
Tingkat intermediasi perbankan syariah berada pada angka 116,97 persen, dengan rasio Non-Performing Financing (NPF) yang tetap terjaga pada level rendah, yakni 2,11 persen.
OJK Terus Pantau Perkembangan Sektor Keuangan





