
Mereka juga mengingatkan agar pasar murah yang direncanakan dapat segera dilaksanakan untuk membantu masyarakat kurang mampu menghadapi lonjakan harga.
“Kami meminta dinas terkait untuk melibatkan semua stakeholder, termasuk supplier, agar barang tidak menjadi langka menjelang Lebaran,” kata William.
Untuk itu, Komisi B mendorong pemerintah Kota Makassar, khususnya Wali Kota dan Wakil Wali Kota yang baru, untuk segera mengambil langkah strategis dalam mengatasi situasi ini.
“Kepemimpinan yang baru diharapkan bisa melakukan upaya yang lebih agresif untuk mengatur laju ekonomi Kota Makassar,” jelasnya.
William juga menekankan pentingnya koordinasi yang rutin antara Pemerintah Kota Makassar dan Pemerintah Provinsi, terutama dalam hal distribusi barang dan kebutuhan masyarakat.
“perlu juga bekerja sama dengan dinas provinsi agar pasokan bahan kebutuhan tetap terjangkau,” ujarnya.
Selain itu William dan Anggota Komisi B yakan memanfaatkan momen reses untuk turun langsung ke lapangan guna mendengarkan keluhan masyarakat dan memantau situasi ekonomi menjelang Lebaran.
Dalam reses yang berlangsung minggu ini, para anggota dewan tidak hanya berhenti di ruang kantor, tetapi juga berinteraksi dengan warga untuk mengetahui kondisi yang sedang berlangsung di masyarakat.





