
Penyaluran kredit produktif masih mendominasi dengan porsi 53,98 persen, meskipun kredit konsumtif menunjukkan pertumbuhan yang lebih tinggi, yaitu 9,73 persen.
Sektor perdagangan besar dan eceran menjadi sektor yang paling banyak menerima kredit, dengan pangsa pasar 23,18 persen.
Kinerja intermediasi perbankan di Sulawesi Selatan tetap terjaga dengan rasio Loan to Deposit Ratio (LDR) sebesar 123,92 persen, dan rasio kredit bermasalah berada pada level 2,83 persen.
Kinerja Perbankan Syariah
Sektor perbankan syariah menunjukkan pertumbuhan yang lebih pesat. Pada Januari 2025, aset perbankan syariah tumbuh 20,62 persen (yoy) menjadi Rp16,80 triliun.
Penghimpunan DPK pada sektor ini juga mencatatkan pertumbuhan yang signifikan, yaitu 17,74 persen (yoy), dengan total mencapai Rp11,88 triliun.
Penyaluran pembiayaan juga meningkat sebesar 20,05 persen (yoy), mencapai Rp14,32 triliun.
Tingkat intermediasi perbankan syariah tercatat pada 120,50 persen, dengan rasio Non-Performing Financing (NPF) berada pada level 2,20 persen.
Kredit UMKM Tumbuh Positif
Kredit kepada UMKM di Sulawesi Selatan mengalami peningkatan sebesar 1,95 persen (yoy), dengan total mencapai Rp61,13 triliun, yang mencakup 38,04 persen dari total kredit yang disalurkan oleh bank umum di provinsi ini.





