
Tujuannya adalah untuk memberikan mereka wadah yang lebih positif dalam menyalurkan minat di e-sport, yang bukan hanya sebatas bermain di warung kopi atau rumah.
“E-sport sudah menjadi cabang olahraga yang diakui, bahkan masuk dalam PON dan SEA Games. Potensinya sangat besar, terutama bagi anak muda, karena mereka dapat menjalin hubungan sosial dan jaringan pertemanan yang lebih luas,” ungkapnya.
Odhika juga menyoroti pentingnya regulasi yang jelas untuk e-sport di Indonesia. Menurutnya, meski e-sport sudah berkembang, masih ada kendala terkait dengan pengaturan yang jelas seperti yang ada pada olahraga tradisional.
Ia menekankan bahwa perlu ada payung hukum yang menjamin kesejahteraan para pemain e-sport, seperti pengaturan mengenai gaji dan hak-hak pemain.
“Kita perlu regulasi yang dapat memberikan jaminan untuk pemain e-sport, agar mereka bisa lebih serius dalam berkarir di bidang ini. Kalau sepak bola sudah ada PSSI, kita berharap e-sport juga punya regulasi yang jelas,” harapnya.
Selain itu, Odhika melihat bahwa e-sport dapat memberikan manfaat besar bagi industri teknologi, karena semakin berkembangnya era digital.





