

Berbagai persoalan yang disampaikan buruh setiap bulan merupakan upaya bersama untuk meminimalkan masalah dan mencari solusi atas setiap kendala yang dihadapi.
Appi menegaskan pemerintah kota siap memberikan dukungan dan menjadi tuan rumah sekaligus fasilitator dalam pertemuan rutin bulanan bersama kaum buruh.
“Supaya apa? Ada persoalan lagi, kita evaluasi bulan depannya kita hilangkan lagi, kita evaluasi lagi. Jadi, 1 Mei 2026 kita tinggal merayakannya dengan duduk dan makan-makan secara bersama-sama,” tambahnya.

Lebih lanjut, ia menyatakan bahwa setiap daerah memiliki persoalan yang berbeda-beda. Karena itu, kebersamaan antara serikat buruh, pengusaha, dan pemerintah kota harus terjalin melalui komunikasi dan koordinasi yang baik.
Karena itu, para pengusaha diharapkan mampu merespons persoalan yang ada, sementara pemerintah hadir sebagai fasilitator untuk menjembatani dan mencarikan solusi atas permasalahan yang dihadapi serikat buruh.
“Saya berharap apa yang menjadi perhatian bersama rekan-rekan serikat ini harus direspons dengan baik, masukan, saran, aspirasi, untuk kehidupan mereka,” tutup Appi.





