

Menanggapi hal tersebut, Mayjen TNI Windiyatno, Pangdam XIV/Hasanuddin, berbagi prinsip kepemimpinan yang relevan bagi aparatur pajak. Menurutnya, pemimpin sejati adalah yang turun langsung, memahami dinamika tim, dan memberikan solusi di saat sulit.
“Pemimpin tidak boleh eksklusif. Ia harus berada di tengah anak buah, menjadi teladan dalam pola pikir dan tindakan, serta rela berkorban untuk tujuan yang lebih besar,” ujar Windiyatno.
Ia juga menekankan pentingnya kejujuran dan kerja tim yang solid. “Dalam tim yang kuat, tidak ada ruang untuk saling menjatuhkan. Yang ada adalah saling menguatkan, berbagi informasi, dan bersama-sama mencari solusi.” lanjutnya.
Prof. Hamid Awaluddin S.H., LL.M., M.A., Ph.D, memaparkan tantangan utama dalam dunia perpajakan, yakni rendahnya kesadaran masyarakat dan kompleksitas administrasi. “Kita sering terjebak dalam persepsi bahwa pajak adalah beban. Padahal, seharusnya ia dilihat sebagai ‘ongkos cerewet’—kontribusi kita untuk mengkritik dan memastikan pemerintah bekerja dengan benar,” jelas Prof. Hamid.
Beliau mencontohkan negara-negara Skandinavia, di mana tingkat kebahagiaan masyarakat justru tinggi meski tarif pajaknya besar.





