
“Masyarakat sana tidak protes karena mereka melihat hasil pajaknya. Transparansi dan akuntabilitas adalah kuncinya. Kita harus meniru itu.”tandasnya.
Prof. Hamid juga menekankan pentingnya pendekatan humanis dalam pelayanan pajak. “Jika ada wajib pajak yang kelebihan bayar, segera proses pengembaliannya. Ini membangun trust. Jangan sampai mereka merasa diperas, tapi dilayani.”
Pembekalan ini menegaskan komitmen Kanwil DJP Sulselbartra dalam mengoptimalkan penerimaan pajak melalui kepemimpinan yang transformatif, pelayanan yang humanis, dan tata kelola yang akuntabel.
“Pajak bukan sekadar angka, tapi nyawa bagi keberlangsungan bangsa. Dengan kerja kolektif, kita pastikan kontribusi ini bermakna bagi kedaulatan negara,” tutup Heri Kuswanto.
(*)





