CommunityMakassarNews

DP3A Makassar Dorong Peran Keluarga Lindungi Perempuan dan Anak Melalui Program SAPA MULIA

Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) Kota Makassar menginisiasi program  SAPA MULIA –  Sahabat Perempuan dan Anak bertujuan memperkuat sinergi pemerintah dengan  masyarakat dalam membangun ekosistem yang aman dan inklusif bagi perempuan dan anak.

Hal ini juga sejalan dengan   visi dan misi kota Makassar dalam  meningkatkan kualitas layanan terhadap perempuan.  Program SAPA MULIA  melakukan penjangkauan langsung ke wilayah-wilayah yang masuk di dalam kategori rawan terhadap isu-isu kekerasan dan isu terkait dengan perempuan dan anak.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan  dan Pelindungan Anak- DP3A Kota Makassar, Achi Soleman kepada Solusimedia.id  dalam program Solusi Talks secara khusus mengungkapkan  sejauh ini  data kasus kekerasan pada perempuan dan anak mengalami pasang surut .

BACA JUGA  Rupiah Dibuka Melemah ke Rp17.274 per Dolar AS

“  Jadi, akhir tahun 2024 kemarin ada beberapa kasus yang memang menjadi perhatian khusus bagi kami yang mana kalau kita lihat jenis kategori kasusnya maka kasus kekerasan terhadap anak memang masih ada, demikian pula  kekerasan terhadap perempuan pun masih ada, sehingga kami coba melihat apa sebeanrnya yang terjadi pada kasus kasu tersebut , kata Achi “

Menurut Achi melalui  program SAPA MULIA sejumlah kasus pada anak di identifikasi  d sebabkan  permasalahan keluarga, salah satunya pada status pernikahan anak .

“ Penjangkauan Program SAPA MULIA   kami upayakan dengan mengintesifkan  sosialisasi kepada masyarakat, sebab   angka perkawinan anak masih   ada dibeberapa wilayah,  yang  dampaknya pada  pendidikan dimana anak harus putus sekolah karena perkawinan dini  berpengaruh sama ekonominya, ungkap Achi “

BACA JUGA  DPMPTSP Makassar Hadirkan Inovasi Reverse Vending Machine 

Dari  data pernikahan anak di kota Makassar masih di kisaran  60an dari data pernikahan yang di keluarkan KUA. Melalui program SAPA MULIA ini  DP3A Kota Makassar juga menurunkan tim PUSPAGA (Pusat Pembelajaran Keluarga) yang terdiri dari konselor dan psikolog. Hal ini  membuka ruang konsultas  langsung untuk   mendekatkan layanan kepada masyarakat.

Sementara itu melihat  fenomena tren kasus kekerasan perempuan dan anak  tahun 2025 ini yang secara nasional  terjadi peningkatan , Kepala DP3A Kota Makassar -Achi Soleman  mengimbau setiap keluarga berupaya melakukan  penguatan komunikasi di lingkup  keluarga . Hal ini menjadi sebagai fondasi utama perlindungan anak dan pemberdayaan perempuan. (*)

 

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button