MakassarNews

DP3A Soroti Minimnya Koordinasi Disdik Terkait Pencegahan Kekerasan di Sekolah

SOLUSIMEDIA.ID, MAKASSAR – Dinas Pemberdayaan Perlindungan Perempuan dan Anak (DPPPA) melalui UPTD PPA Kota Makassar telah menurunkan tim pendampingan keluarga korban siswa SD berinisial MRA yang meninggal di rumah sakit. Korban meninggal dampak dari dugaan perlakuan kekerasan oleh rekan sebaya.

”Kami dari UPTD PPA telah menyiapkan pendampingan psikologis untuk keluarga korban usai kejadian itu. Langkah pertama, dilaksanakan konseling bagi keluarga untuk menghadapi masalah ini,” kata Ketua Tim Reaksi Cepat (TRC) UPTD PPA Makmur seperti dilansir dari Antara di Makasar, Senin (2/6).

Selanjutnya, menurut dia, akan berkoordinasi dengan Dinas Sosial Kota Makassar untuk menyalurkan bantuan yang dibutuhkan pihak keluarga korban. Sebab, setelah dilakukan asesmen ternyata masuk kategori orang kurang mampu.

Makmur menjelaskan, korban MRA, 15, adalah siswa kelas VI SD merupakan anak ketiga dari enam bersaudara. Dari hasil asesmen masih ada saudaranya tidak bersekolah terkendala biaya.

”Kami berencana melakukan pendampingan lebih lanjut bagaimana anak-anak ini, saudaranya ternyata masih ada yang tidak sekolah. Jadi, anak-anak ini nanti kita koordinasi. Kita akan uayakan masukkan sekolah dengan pendampingan UPTD PPA,” ujar Makmur.

BACA JUGA  DP3A Makassar Terima Audiensi KNPI, Bahas Kolaborasi Program Pemberdayaan dan Perlindungan

Terkait dengan upaya pencegahan tindak kekerasan di lingkungan sekolah, Makmur menekankan, edukasi sejak dini diperlukan dan ini menjadi bagian dari tugas UPTD PPA. Termasuk Dinas Pendidikan yang diharapkan ikut berperan mengedukasi pelajar terkait dampak dan bahaya kekerasan.

Hanya saja, pihaknya menyayangkan kurangnya sinergi dan koordinasi dari Dispendik Makassar dengan UPTD PPA berkaitan metode pemahaman, subtansi edukasi kekerasan terhadap perempuan dan anak di sekolah.

Dia menilai, orang-orang yang ditempatkan dispendik belum memahami sepenuhnya tentang subtansi penanganan yang sebenarnya baik perempuan maupun anak yang terdampak kekerasan fisik maupun verbal. ”Kami mengharapkan wali kota mengevaluasi disdik atas kejadian ini,” ungkap Makmur.

Kasus ini sedang diselidiki pihak kepolisian. Pihaknya tetap memantau dan siap diminta bantuan keterangan bila diperlukan penyidik sesuai kompetensinya. UPTD PPA juga mempercayakan pengungkapan kasus ini serta menangkap para tersangkanya meski pelaku di bawah umur.

BACA JUGA  Wali Kota Makassar Apresiasi Bakti Sosial HDCI Salurkan Paket Sembako untuk 1.000 Petugas Kebersihan

Terpisah, Kapolrestabes Makassar Kombespol Arya Perdana menyatakan, belum menetapkan tersangka dan masih menunggu hasil otopsi siswa SD yang meninggal diduga usai dianiaya rekannya setelah ujian sekolah pekan lalu.

”Kami menunggu hasil otopsi dari kedokteran dinyatakan meninggalnya karena apa, baru kita bicara langkah selanjutnya (penetapan tersangka),” kata Arya Perdana.

Sebelumnya, Korban sempat dibawa ke tiga rumah sakit berbeda, namun akhirnya dinyatakan meninggal dunia di RS Islam Faisal pada Jumat (30/5). Dari Diagnosis awal, korban diduga menderita penyakit tipes disertai demam berdarah sebelum meninggal dunia.

Korban mengalami beberapa luka lebam dan sulutan rokok di tubuhnya. Korban dianiaya rekannya diduga tiga orang di depan sekolah setelah mengikuti ujian akhir pekan lalu.

(*)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button