
Ia menekankan bahwa membaca Al-Qur’an dengan tajwid yang tepat merupakan amalan yang berpahala besar, dan setiap muslim wajib mempelajari kaidah-kaidahnya, termasuk makharijul huruf atau tempat keluarnya huruf dalam pelafalan.
“Ketelitian dalam membaca Al-Qur’an tidak hanya menjamin keindahan bacaan, tetapi juga menjadi bentuk penghormatan terhadap firman Allah,” jelasnya.
Ia juga mengajak para peserta untuk terus mencintai Al-Qur’an dan membiasakan diri membacanya setiap hari, agar hati senantiasa terjaga dari hal-hal yang sia-sia dan jauh dari cahaya hidayah.
Kegiatan ini ditutup dengan sesi tanya jawab yang berlangsung interaktif. Peserta antusias berdiskusi dan mengajukan pertanyaan seputar materi, terutama terkait peran perempuan dalam keluarga dan masyarakat.
(*)





