
Ia menekankan konsep CSR ini adalah untuk menghibur hati anak-anak dan memuliakan dengan memberi mereka pengalaman baru. “Bukan hanya soal memberi donasi, tetapi kami mau anak-anak ini benar-benar merasakan gimana rasanya menjadi tamu hotel,” lanjutnya.
Ia berharap program ini bisa menjadi pilot project sekaligus contoh untuk hotel dan korporasi lainnya agar lebih banyak membuat program CSR yang berfokus pada pengalaman dan pembinaan karakter anak-anak panti.
“Semoga Claro Makassar bisa menjadi contoh dan anak-anak panti bisa benar-benar bahagia, merasakan kasih sayang dan kepedulian kita semua,” tutupnya.
Kemudian, Tim Tenaga Ahli TJSLP melanjutkan rapat bersama jajaran GM Phinisi Group untuk membahas program CSR penanganan stunting di Makassar.
(*)





