
SOLUSIMEDIA.ID, MAKASSAR, Juni 2025 – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat terus memperkuat peran edukasi dan inklusi keuangan sebagai bagian dari strategi peningkatan literasi keuangan masyarakat.
Sepanjang tahun 2025 hingga April, Kantor OJK telah melaksanakan 61 kegiatan edukasi yang menyasar berbagai segmen masyarakat.
Kegiatan edukasi tersebut dikemas dalam bentuk sosialisasi, workshop, dan pelatihan dengan cakupan peserta mencapai 513.648 orang.
Peserta berasal dari berbagai latar belakang, seperti pelajar, mahasiswa, pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), perempuan, tenaga kerja, hingga masyarakat umum.
Program ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai produk dan layanan keuangan serta mendorong perilaku keuangan yang cerdas dan bertanggung jawab.
Sebagai bagian dari komitmen membangun inklusi keuangan di daerah, OJK juga melaksanakan Program Ekosistem Keuangan Inklusif (EKI) di wilayah perdesaan.
Hingga Mei 2025, sebanyak tujuh desa telah dipetakan untuk kebutuhan pengembangan akses keuangan, antara lain Desa Mandette, Mattoanging, Padang Sappa, dan Wotu di Sulawesi Selatan serta Desa Martajaya dan Rea di Sulawesi Barat. Melalui pemetaan ini, OJK mendorong integrasi lembaga jasa keuangan dalam mendukung kemandirian ekonomi desa.
Selain edukasi, OJK Sulselbar juga memberikan layanan konsumen. Per Mei 2025, tercatat 283 layanan konsumen telah diterima, terdiri dari 27 penerimaan informasi, 198 pemberian informasi, dan 58 pengaduan.
Dari jumlah tersebut, 143 layanan terkait perbankan, 52 tentang perusahaan pembiayaan, 58 terkait fintech, dan sisanya menyangkut pergadaian, dana pensiun, serta asuransi.
Di sisi lain, permintaan atas layanan Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) juga cukup tinggi, dengan total 5.468 layanan per akhir Mei 2025.
Seluruh upaya ini mencerminkan komitmen OJK dalam melindungi konsumen dan meningkatkan literasi serta inklusi keuangan sebagai pilar penting penguatan ekonomi masyarakat.
(*)





