
“Digitalisasi dan AI bukan lagi masa depan, tapi sudah jadi kenyataan sehari-hari. ASN harus disiapkan agar adaptif dan mampu berkomunikasi, serta menyebarkan informasi secara akurat di tengah arus digital,” ungkap Alwis.
Menurutnya, pemahaman terhadap AI tidak hanya soal teknologi, tetapi juga soal etika, mitigasi risiko, dan efektivitas tata kelola.
Pemerintah kota dituntut bergerak cepat dan responsif, tanpa mengabaikan nilai-nilai dasar pelayanan publik, yang berorientasi pada kemanfaatan masyarakat luas.
Melalui APEKSI, berbagai bentuk pelatihan dan beasiswa AI akan diperluas kepada ASN kota anggota, sebagai bentuk investasi kapasitas birokrasi masa depan.
“ASN bukan hanya pelaksana teknis, tapi juga agen perubahan dalam transformasi digital yang inklusif dan etis,” tegas Appi.
(*)





