
Kepala KPP Pratama Mamuju, La Ode Irfah Firdaus, dalam paparannya menyampaikan bahwa Kabupaten Pasangkayu memiliki beragam potensi ekonomi yang sangat menjanjikan, di antaranya dari sektor tambak udang vaname, perkebunan kelapa sawit, dan perikanan tangkap yang berorientasi ekspor.
Potensi tersebut, apabila dimaksimalkan secara kolaboratif, diyakini dapat meningkatkan penerimaan pajak pusat sekaligus mendorong Pendapatan Asli Daerah (PAD).
“DJP siap bersinergi dengan pemerintah daerah untuk memastikan bahwa potensi yang ada dapat dimanfaatkan secara optimal dan mendukung pembangunan yang berkelanjutan,” ujar La Ode Irfah.
Diskusi dalam forum audiensi ini juga menghasilkan sejumlah rekomendasi strategis, antara lain inisiatif pengawasan bersama terhadap sektor perikanan dan pembentukan forum CSR (Corporate Social Responsibility) yang melibatkan pelaku industri sawit di Kabupaten Pasangkayu.
Dalam forum tersebut, Wakil Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Pasangkayu, Muhammad Dasri, mengusulkan agar DJP turut dilibatkan dalam penyusunan regulasi daerah.
Ia menyampaikan bahwa saat ini DPRD sedang mempersiapkan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Tata Niaga Kelapa Sawit, dan mengharapkan masukan dari DJP agar regulasi yang dihasilkan lebih efektif.





