
Edukasi akan menyasar 1000 titik di seluruh kota yang dimulai dari lingkungan sekolah.
Rencananya program ini juga akan menggandeng BUMN dan instansi strategis seperti PLN, Pegadaian, Bank Indonesia dan Pertamina sebagai mitra pelaksana.
DLH juga melibatkan Badan Gizi Nasional dan Dinas Kesehatan untuk memantau aktivitas pengelolaan sampah dari program makan siang gratis sebagai bagian dari pendekatan holistik antara kesehatan dan lingkungan.
Salah satu TPS3R di Tamalanrea disiapkan menjadi lokasi percontohan pengelolaan sampah terpadu, dengan model pemberdayaan petugas kebersihan yang digaji melalui sistem pembelian sampah oleh vendor.
Inisiatif ini mendapat dukungan dari Econatural, yang diwakili oleh Pak Zainal.
“Kami mendorong adanya buku tabungan sampah bagi setiap rumah tangga, agar warga terdorong untuk memilah dan menyetorkan sampah secara konsisten. Ini bisa kita mulai saat launching bank sampah nanti,” jelas Pak Zainal.
Ia juga menyoroti bahwa belum ada kampus di Makassar yang memiliki sistem pengelolaan sampah mandiri serta menekankan perlunya audit pengolahan sampah agar strategi yang diambil benar-benar tepat sasaran.





