
Munafri menyebutkan, tantangan mobilitas yang dihadapi Andi Ina karena jabatan barunya sebagai Bupati, namun ia yakin kekompakan pengurus akan menopang kepemimpinan tersebut.
“Kalau kegiatan IKA SMANSA ada di Kota Makassar, Insyaallah Pemerintah Kota akan selalu siap support,” tuturnya.
Dalam momentum yang sama, Munafri menyuarakan kepedukianya terhadap kondisi kebersihan Kota Makassar, yang menurutnya masih jauh dari harapan.
“Setiap hari kita hasilkan 1.200 hingga 1.400 ton sampah. Semua dibawa ke TPA yang sudah menggunung setinggi 17 meter dari total luas lahan 19 hektare. Ini persoalan besar kalau tidak kita tangani bersama,” ujarnya.
Untuk itu, Pemkot telah menyiapkan langkah strategis berbasis masyarakat. Setiap RT/RW di Kota Makassar akan diwajibkan menjalankan pengelolaan sampah mandiri yang terintegrasi dengan program Urban Farming.
Program ini menyasar, Pemanfaatan biopori, Pembuatan komposter rumah tangga, Pengolahan eco-enzyme, Budidaya magot untuk limbah organik. Dan Pemanfaatan hasil sampah sebagai pupuk dan media tanam urban farming.
‘Urban farming ini bukan hanya soal menanam. Ini adalah ujung dari sebuah sistem pengelolaan sampah mandiri di tingkat RT. Bulan depan, kita akan launching program 1000 ribu biopori di Makassar,” bebernya.





