
Dalam kesempatan itu, Wali Kota juga secara khusus mengajak Kepala Sekolah SMAN 1 Makassar untuk menjadikan sekolah ini sebagai proyek percontohan pengelolaan lingkungan.
Dengan lingkungan sekolah yang sebagian besar terdiri dari beton, kebutuhan akan biopori dan sistem resapan dinilai mendesak.
“Saya minta SMANSA jadi sekolah percontohan. Mulai dari pengelolaan sampah, biopori, sampai pada pembiasaan gaya hidup hijau di sekolah,” imbuh Munafri.
Munafri juga menegaskan bahwa Pemerintah Kota Makassar membuka ruang besar bagi IKA SMANSA untuk ikut merancang solusi pengelolaan sampah dan pemberdayaan lingkungan di kota.
“Teman-teman alumni SMANSA bisa ikut memikirkan sistem kebersihan lingkungan di wilayah masing-masing. Kami butuh pemikiran, ide, bahkan aksi konkret dari teman-teman IKA SMANSA,” harap Appi.
Kehadiran Wali Kota Makassar dalam pelantikan IKA SMANSA bukan hanya seremonial. Ini menjadi titik temu penting antara pemerintahan dan komunitas alumni sebagai mitra strategis pembangunan kota, terutama dalam menjawab tantangan lingkungan, kebersihan, dan penguatan budaya kolaborasi.
Sedangkan, Ketua Ikatan Alumni (IKA) SMA Negeri 1 (SMANSA) Makassar, Andi Ina Kartika Sari, menegaskan pentingnya kebermanfaatan alumni tidak hanya untuk sekolah, tetapi juga untuk masyarakat luas, terutama membantu Pemerintah Kota Makassar.





