
“Masyarakat yang melek keuangan akan lebih mandiri secara ekonomi dan mampu melindungi diri dari praktik keuangan ilegal yang merugikan,” jelas Andi Yuliani Paris.
Selain dibekali materi edukasi keuangan dan waspada aktivitas keuangan ilegal, peserta mendapatkan informasi mengenai pentingnya pengecekan informasi debitur secara rutin melalui Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK), saluran pengaduan resmi OJK, dan rencana penerbitan peraturan OJK terkait akses pembiayaan UMKM yang saat ini masih dalam tahap perancangan.
Melalui kegiatan ini, OJK berharap dapat meningkatkan tingkat literasi dan inklusi keuangan di Kabupaten Bone sekaligus meminimalkan potensi kerugian masyarakat akibat aktivitas keuangan ilegal.
Pada hari berikutnya, Sabtu (9/8), OJK Sulsel Sulbar hadir memberikan edukasi keuangan kepada 150 orang siswa SMA Islam Athirah Bone. Kepala SMA Islam Athirah Bone Syamsul Bahri turut hadir dan memberikan sambutan.
“Materi literasi keuangan ini tidak kalah penting dengan literasi lainnya, karena keuangan selalu ada di dalam aspek kehidupan sehari-hari” ucap Syamsul Bahri.
Ia juga menegaskan bahwa literasi keuangan sejak dini sangat penting untuk membekali diri anak-anak agar lebih bijak ketika dewasa dan telah mengelola keuangan secara mandiri.





