
Munafri melanjutkan, sejalan dengan keinginannya menguatkan dan memperkaya wawasan kebudayaan masyarakat Kota Makassar, Ia Meminta agar Dinas Kebudayaan menggelar kegiatan budaya selama sebulan menuju Hari Kebudayaan Nasional.
“Saya mau menuju ke-17 Oktober, dari 17 September sampai 17 Oktober, 1 bulan full kegiatan budaya harus ada di kota Makassar dan menjadi event tetap untuk bisa menghadirkan seluruh masyarakat dan bisa turut hadir menyaksikan,” tambahnya.
Munafri menekankan bahwa budaya, khususnya di Kota Makassar harus menjadi karakter dalam kehidupan masyarakat, tidak hanya sekadar seremonial belaka.
Ia mendorong integrasi nilai-nilai lokal ke dalam kurikulum pendidikan dasar, memperkenalkan aksara Lontara, corak kain sutra Bugis-Makassar, hingga mendorong setiap kantor pemerintahan dan sekolah menampilkan identitas budaya lokal.
Munafri berpesan agar melalui momen festival budaya ini, Pemkot Makassar dapat menggambarkan nilai persatuan diantara banyaknya perbedaan budaya di Kota Makassar.
“Di festival ini, kita tidak menonjolkan ragam budaya sebagai perbedaan, tapi sebaliknya jadikan perbedaan sebagai perekat persatuan” tegasnya.





