
SOLUSIMEDIA.ID,MAKASSAR- Pemerintah Kota Makassar melalui Dinas Pertanian dan Perikanan (DP2) terus menggalakkan program urban farming sebagai salah satu strategi memperkuat ketahanan pangan di wilayah perkotaan.
Kepala Dinas DP2 Makassar, A. Aulia Arsyad,S.STP., M.Si mengungkapkan konsep urban farming Makassar ini selain mendorong kegiatan bercocok tanam masyarakat di lahan terbatas, juga diharapkan akan teritegrasi dengan kegiatan pertanian, perikanan, peternakan dan pengolahan sampah rumah tangga.
Masyarakat diimbaau bisa terlibat aktif dengan membentuk kelompok kelompok tani dimana RT-RW sebagai ujung tombak. Kegiatan urban farming sekaligus menjadi bagian dari gerakan membangun kemandirian pangan masyarakat.

“Urban farming menjadi solusi praktis di tengah keterbatasan lahan perkotaan. Selain mendukung ketersediaan pangan, program ini juga mendorong masyarakat agar lebih kreatif dan produktif,” jelas Aulia Arsya kepada tim Solusiemedia.id pada program Solusi Talks.
Menurutnya, Pemkot Makassar mendorong kolaborasi berbagai pihak, termasuk kelompok tani kota, komunitas, sekolah, dan pesantren, untuk memanfaatkan pekarangan, lahan tidur, maupun ruang terbuka dengan sistem pertanian modern.
Urban farming diharapkan menjadi gerakan berkelanjutan yang tidak hanya berdampak pada peningkatan ketersediaan pangan, tetapi juga mendukung ekonomi lokal dan penghijauan kota.
Selain itu Pemerintah Kota Makassar melalui Dinas DP2A memfasilitasi hasil tani masyarakat melalui kegiatan pasar tani yang di gelar 2x setiap bulan . Bahlan sejauh ini sejumlah pelaku urban farming dari komunitas tani sudah bisa memasrkan sendiri hasil panennya .
Selengkapnya perbincangan ini telah tayang di di Youtube Channel Solusimedia.id : @solusimedia.id_official
(*)





