
“Kita semua wajib menjaga kota yang kita cintai ini. Malam ini kita berdoa agar Makassar tetap aman dan damai,” lanjutnya.
Munafri juga menyampaikan rasa duka mendalam atas insiden 29 Agustus 2025 lalu, yang menelan korban jiwa dan luka-luka. Ia menyebut peristiwa tersebut sebagai perbuatan yang dilakukan pihak tidak bertanggung jawab.
Doa bersama yang melibatkan seluruh kerukunan umat beragama, Tokoh Masyarakat, pemuda lintas organisasi, serta berbagai komunitas ini, kata Munafri, menjadi wujud kebersamaan menjaga persatuan.
“Kita tidak mau kota ini mencekam, kita tidak mau kota ini carut-marut. Kita ingin Makassar tetap menjadi kota yang aman, damai, dan penuh toleransi,” pungkasnya.
Sedangkan Wakil Wali Kota Makassar, Aliyah Mustika Ilham, mengingatkan pentingnya menjadikan perdamaian sebagai jalan utama dalam menyuarakan aspirasi.
Pesan itu ia sampaikan di hadapan para Tokoh Masyarakat dan warga, yang hadir dalam doa bersama lintas agama.
“Saya berharap, jangan ada lagi air mata yang jatuh karena amarah. Makassar ini adalah milik kita semua, mari kita jaga dengan hati yang tenang, dengan cara yang damai,” ujar Aliyah.





