
Dalam kebersamaan itu, tidak hanya doa yang terucap, tetapi juga tekad untuk menjaga kedamaian dan persatuan. Lantunan doa menjadi ruang perjumpaan batin, tempat setiap harapan dipadukan dengan semangat kebangsaan.
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menegaskan pentingnya doa bersama yang digelar Pemerintah Kota Makassar bersama warga.
Menurutnya, di tengah situasi yang penuh cobaan, langkah terbaik yang dapat dilakukan adalah memohon pertolongan kepada Allah SWT.
“Tidak ada lagi hal yang bisa kita lakukan selain menengadahkan tangan meminta pertolongan kepada Allah yang Maha Kuasa. Hanya kepada-Nya kita memohon, agar keadaan tidak kondusif ini segera berlalu,” imbuh Munafri.
Sinergi antara pembinaan keagamaan dan nilai kemanusiaan inilah yang melahirkan kekuatan humanis—sebuah jalan untuk menyikapi situasi bangsa dengan hati yang teduh, pikiran yang jernih, dan tekad bersama menjaga Makassar tetap aman serta Indonesia senantiasa damai.
Appi menekankan, Makassar bukan sekadar sebuah kota, melainkan ruang hidup bersama, tempat mencari berkah, dan membesarkan anak-anak. Karena itu, tidak ada alasan bagi siapa pun untuk melukai Makassar.





