
Appi, sapaan akrab Munafri, menilai tidak semua kebijakan pemerintah dianggap baik oleh semua pihak, sehingga ruang dialog harus terbuka.
“Dari sudut pandang pemerintah, bisa jadi yang kami anggap baik, belum tentu baik menurut masyarakat atau mahasiswa. Karena itu kita harus bertemu, berdiskusi, lalu mencari titik temu. Yang terpenting, hasilnya bisa kita jalankan bersama-sama,” ujarnya.
Ia menegaskan Pemkot berkomitmen menjaga kondusivitas kota dengan melibatkan mahasiswa sebagai mitra strategis.
“Pertemuan seperti ini harus rutin, supaya kita bisa sama-sama menjaga kota ini tetap aman, kondusif, dan berkembang dengan baik,” terangnya.
Pemerintah, kata Munafri, menyambut positif sikap jernih mahasiswa dan berjanji selalu bersama mereka dalam memperjuangkan aspirasi rakyat.
“Yang paling penting adalah kita sama-sama menjaga Makassar tetap aman, demokratis, dan menjadikan setiap aspirasi mahasiswa sebagai masukan untuk pembangunan. Pemerintah tidak akan menutup diri, dan kami ingin ruang diskusi ini bisa rutin dilakukan,” tandasnya.
Pertemuan tersebut sekaligus menjadi tindak lanjut atas insiden demonstrasi 29 Agustus 2025 di DPRD Makassar yang berujung kebakaran gedung.





