MakassarNews

Kunjungi SRMP 23, Mensos Gus Ipul Dorong Konsistensi dan Kolaborasi Pendidikan

Mensos menilai salah satu tantangan terbesar pada awal penyelenggaraan adalah adaptasi siswa dengan sistem sekolah berasrama.

“Anak-anak kita masih ada yang kangen orang tua atau terbiasa dengan pola hidup di rumah. Tapi pelan-pelan, mereka mulai bisa menyesuaikan diri. Saya bangga karena kepercayaan dirinya mulai muncul,” tambahnya.

Ia juga menambahkan. praktik baik yang sudah berjalan di sekolah tersebut harus terus dilanjutkan, sementara kekurangan yang masih ada perlu diperbaiki.

Hal tersebut tercermin dari meningkatnya kepercayaan diri siswa dan pemahaman mereka terhadap proses pembelajaran.

BACA JUGA  Pemkot Makassar Tegaskan Isu Anggaran Rp10 Miliar untuk Konsumsi Wali Kota Tidak Benar

Mensos juga menyoroti latar belakang siswa yang beragam. Untuk menyamakan kemampuan, para guru dan kepala sekolah menerapkan masa matrikulasi sekitar tiga bulan sebelum masuk ke pembelajaran reguler.

Dari laporan yang diterima, proses tersebut berjalan lebih cepat dari perkiraan, sehingga ia mengapresiasi hasil yang dicapai sejauh ini.

Gus Ipul menekankan pentingnya konsistensi, kesabaran, dan empati dari seluruh pihak yang terlibat.

“Dinamikanya pasti ada karena kita mendidik anak-anak dengan latar belakang berbeda. Maka harus ada kesediaan berkolaborasi antara kepala sekolah, guru, wali asrama, dan semua pihak yang terlibat,” katanya.

BACA JUGA  War Room Makassar Jadi Inspirasi Smart City bagi Peserta Pelatihan Kepemimpinan Administrator XII

Lihat Semua

Previous page 1 2 3 4 5Next page

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button