MakassarNews

Munafri Beberkan Tips Makassar Jadi Kota Unggul dan Berkelanjutan

Appi menekankan bahwa Makassar memiliki posisi pintu gerbang Indonesia Timur dan historis sebagai kota bandar perdagangan, sekaligus pasar potensial dengan penduduk sekitar 1,4 juta jiwa.

“Potret persoalan kota tidak bisa dilihat parsial. Semua harus diurai menyeluruh, dari 15 kecamatan dan 153 kelurahan, termasuk satu kecamatan di wilayah kepulauan yang perlu perhatian khusus agar pembangunan fisik dan sumber daya manusianya setara,” ujarnya.

Munafri menekankan, pengelolaan sampah terintegrasi sebagai tantangan mendesak. TPA Antang saat ini menampung 1.000–1.200 ton sampah per hari, dengan ketinggian timbunan mencapai 17 meter.

BACA JUGA  Solusi Banjir Manggala, Dinas PU Makassar Perbesar Box Culvert dan Benahi Drainase Blok 8 dan 10

“Jika tidak diintervensi dengan baik, dalam satu atau dua tahun, TPA ini akan penuh,” tegasnya.

Pemkot Makassar, lanjut Munafri, tengah menjalankan program rumah tangga tanpa sampah. Warga akan diwajibkan memilah sampah organik dan non-organik di tingkat RT/RW menggunakan komposter, biopori, eco-enzym, dan budidaya maggot.

Sampah plastik dikerjasamakan dengan industri daur ulang, sementara sampah organik diolah menjadi pupuk untuk mendukung urban farming.

Ia pun menantang mahasiswa UIN Alauddin untuk menciptakan prototipe insinerator ramah lingkungan bagi sampah residu seperti pembalut.

BACA JUGA  Didampingi Munafri, Golkar Sulsel Konsolidasi Kader Hadapi Pemilu 2029

Lihat Semua

Previous page 1 2 3 4Next page

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button