
Ia mencontohkan bahwa sampah plastik bisa diolah dan bernilai ekonomi, sedangkan sampah organik dapat dijadikan kompos atau diurai oleh maggot.
“Sampah jangan dianggap musuh, tapi sebagai komposisi yang bisa menambah uang belanja ibu-ibu di rumah,” imbuh Appi.
Munafri juga menekanakan, pentingnya pembuatan biopori di setiap lingkungan. Dinana, petugas kebersihan sebaiknya membuat biopori agar daun-daun sapuan tidak kembali tercecer.
“Dengan biopori, sampah daun bisa langsung masuk ke tanah dan jadi kompos,” jelasnya.
Selain itu, ia mendorong masyarakat memanfaatkan ekoenzim, cairan serbaguna sampah organik, yang dapat digunakan sebagai pembersih rumah tanpa bahan kimia.
“Kalau bapak-ibu bisa bikin ekoenzim, tidak perlu lagi beli pembersih lantai atau cairan pel. Semua dari sampah rumah tangga,” ajak Munafri.
Wali Kita Makassar berlatar politisi itu menegaskan keunggulan pemanfaatan maggot dalam mengurangi timbunan sampah.
“Satu kilo maggot bisa mengurai lima kilo sampah. Bayangkan kalau kita punya 100 kilo maggot, artinya 500 kilo sampah bisa habis. Kalau dikalikan tiga, itu 1,5 ton,” bebernya.





