
Menurutnya, keberhasilan program ini harus diiringi kesadaran warga untuk memilah dan mengolah sampah sejak dari rumah.
“Jangan bicara soal lingkungan kalau sampahnya masih dicampur dalam satu kantong. Minimal harus ada dua tempat sampah, untuk organik dan nonorganik,” tegasnya.
Selain soal sampah, Munafri kembali mengajak warga menanam dan merawat pohon, terutama pohon endemik Makassar seperti pohon satulu, bune, dan jenis lokal lainnya.
“Saya ingin setiap orang punya tanggung jawab memelihara minimal satu pohon. Kalau 1,4 juta penduduk Makassar menanam, bayangkan seberapa hijau kota kita,” tuturnya.
Menurutnya, penghijauan kota akan memperbaiki kualitas udara dan menjadi warisan lingkungan yang sehat untuk generasi berikutnya.
Munafri menutup sambutannya dengan pujian khusus untuk Kecamatan Panakkukang dan Kelurahan Paropo sebagai contoh wilayah yang cepat merespons program pemerintah di bidang pengelolaan sampah.
“Saya berharap tempat ini bukan hanya seremonial, tetapi menjadi aksi nyata pengelolaan sampah di tingkat masyarakat,” tandasnya.
Berikut draf naskah berita yang merangkum pernyataan Camat Panakkukang Ari Fadli secara runtut dan rapi:





