
Ramboll juga menyampaikan rencana untuk mengadakan workshop di Makassar pada akhir Oktober 2025, dengan tujuan mengevaluasi sejauh mana perangkat tersebut telah diterapkan, serta mengidentifikasi kelemahan dan potensi pengembangannya agar lebih sesuai dengan visi, misi, dan program prioritas Pemerintah Kota Makassar di bawah kepemimpinan Munafri-Aliyah (MULIA).
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menyambut baik hasil kolaborasi tersebut. Ia menekankan pentingnya kesinambungan program agar manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat, sekaligus memperkuat dasar bagi pengambilan kebijakan berbasis data.
Menurutnya, setiap hasil kerja sama yang terbukti bermanfaat harus terus dilanjutkan dan dikembangkan agar tidak terhenti hanya karena pergantian kepemimpinan.
Keterlibatan Kepala Bapenda Kota Makassar, Andi Asminullah, dalam rapat ini mencerminkan dukungan strategis terhadap integrasi data spasial dan perangkat digital dalam sistem tata kelola pemerintahan, termasuk potensi penerapan dalam Super Apps Lontara+.
Kolaborasi lintas sektor ini diharapkan dapat memperkuat efisiensi pengelolaan data, meningkatkan kualitas pelayanan publik, serta mendorong optimalisasi pendapatan daerah berbasis digitalisasi.





