“Selain itu, penting membentuk unit usaha untuk meningkatkan kesejahteraan dosen. Saya berharap rektor terpilih memastikan tidak ada mahasiswa yang berhenti kuliah karena kendala biaya,” kata Prof. Yusran.
Apresiasi juga disampaikan terhadap arah kebijakan strategis yang dipaparkan oleh bakal calon Rektor. Prof. Winarni menekankan pentingnya menetapkan program prioritas dengan tolok ukur kualitatif, bukan sekadar capaian angka.
“Unhas menghadapi tantangan untuk terus mempertahankan capaian SDGs Award yang telah diraih secara berturut-turut,” kata Prof. Winarni.
Salah seorang Mahasiswa yang turut hadir, Yulistia Angggriani, mengungkapkan bahwa pendanaan pendidikan di Unhas masih belum merata dan belum sepenuhnya berpihak kepada Mahasiswa. Dana riset serta dukungan kesejahteraan Mahasiswa dinilai belum optimal.
“Saya berharap adanya upaya membangun kesadaran kolektif dalam memperkuat nilai pendidikan, agar tidak ada lagi Mahasiswa yang mengalami kesulitan dalam proses banding UKT,” kata Yulistia.
Salah seorang Dosen Fakultas Vokasi, menegaskan pentingnya perhatian terhadap pengembangan pendidikan vokasi agar tidak sekadar mengikuti kebijakan pemerintah, tetapi menjadi kekuatan strategis Unhas menuju World Class University (WCU).





