
Ia berharap penanganan banjir tidak hanya bersifat reaktif, tetapi juga berbasis pencegahan jangka panjang.
“Saya belum melihat adanya persiapan khusus dari Pemkot untuk antisipasi banjir. Program Kampung Siaga Bencana memang baik, tapi seharusnya fokus utama adalah memperbaiki sistem drainase agar banjir tidak terjadi,” ujar Tri.
Tri juga menekankan pentingnya kolaborasi antara Pemkot dan DPRD, khususnya dalam hal penganggaran dan perencanaan masterplan penanganan banjir, agar penanganannya tidak bersifat tahunan semata.
“Kami berharap Pemkot bersama DPRD, bisa memprioritaskan anggaran dan langkah konkret untuk mengatasi banjir. Ini masalah yang berulang setiap tahun, perlu strategi yang terencana dan berkelanjutan,” tutupnya.
(*)





