
Menurutnya, meskipun masjid ini sudah lebih dulu difungsikan sehari-hari, peresmian secara resmi memiliki makna khusus bagi jamaah dan pemerintah kota.
Ia menekankan, agar keberadaan masjid pertama di kawasan perumahan bukan hanya sekadar tempat ibadah, tetapi juga ruang interaksi sosial dan pendidikan.
“Masjid ini hadir di tengah kurang lebih 500 rumah, menjadi bagian penting dalam kehidupan sosial dan spiritual warga,” ujar Munafri.
Ia berharap Masjid Al Rahmat dapat menjadi pusat kegiatan keagamaan, tempat belajar membaca Al-Qur’an bagi anak-anak, serta sarana masyarakat untuk menyelesaikan berbagai persoalan sosial dengan penuh hikmah.
“Di tengah masyarakat yang heterogen ini, masjid harus menjadi penyejuk, pemersatu, dan wadah untuk mempererat hubungan antarwarga. Saya berharap jamaah dapat memakmurkan masjid, menjadikannya ruang yang hidup, bermanfaat, dan memberi faedah luas bagi seluruh lapisan,” tambahnya.
Munafri juga mengapresiasi kerja sama seluruh pihak yang terlibat dalam pembangunan masjid tersebut. Ia menilai hadirnya masjid di kawasan perumahan modern seperti Amaryllis Residence menunjukkan kepedulian kolektif masyarakat dalam menjaga nilai-nilai keagamaan di tengah kehidupan perkotaan.





