
Jayadi Nas juga menambahkan bahwa harga Rp356 per paket sembako yang dikemas dalam bentuk pasar murah ini hanyalah angka simbolik.
“Harga Rp356 ini bukan bermaksud menunjukkan nilai sebenarnya, tetapi melambangkan usia Provinsi Sulawesi Selatan. Esensi dari kegiatan ini adalah bentuk kepedulian dan kebersamaan antara pemerintah, perusahaan, dan masyarakat dalam membantu sesama,” jelasnya.
Dalam pelaksanaannya, panitia pasar murah membagikan kupon dengan harga Rp356 per lembar, yang dapat ditukarkan dengan satu paket sembako.
Pembagian kupon ini dilakukan secara terarah dengan harapan penerima benar-benar berasal dari kalangan masyarakat kurang mampu, termasuk pekerja dan buruh berpenghasilan rendah, sehingga bantuan ini tepat sasaran dan memberikan manfaat nyata.
Paket pasar murah tersebut berisi berbagai bahan kebutuhan pokok seperti beras, minyak goreng, gula, dan produk rumah tangga lainnya.
Harga simbolik Rp356 dipilih untuk menandai usia Provinsi Sulawesi Selatan yang ke-356 tahun, sekaligus mencerminkan semangat berbagi, gotong royong, dan solidaritas sosial di tengah masyarakat.
Kegiatan ini disambut antusias oleh masyarakat serta para pekerja dan buruh yang kurang mampu, yang merasa terbantu dengan adanya program pasar murah ini, terutama di tengah kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya pulih.





