
Ia juga menyebut koordinasi antara DPRD dan Pemkot Makassar berjalan baik, karena Wali Kota Makassar juga merupakan Ketua DPD II Partai Golkar.
“Komunikasi dengan Wali Kota sangat lancar, sehingga aspirasi warga akan lebih mudah kami perjuangkan untuk direalisasikan,” tambahnya.
Dalam sesi dialog, beberapa warga menyampaikan keluhan, salah satunya terkait praktik koperasi yang membebani masyarakat dengan pinjaman berbunga tinggi.
“Banyak koperasi datang menawari pinjaman, tapi akhirnya membuat warga terjerat utang,” ujar salah seorang warga Tanjung Merdeka.
Menanggapi hal itu, Arifin menjelaskan bahwa pemerintah telah menggagas Koperasi Merah Putih dengan dana hingga Rp3 miliar per kelurahan sebagai solusi bagi warga agar dapat berusaha tanpa bunga tinggi.
“Jika di wilayah bapak-ibu koperasi ini belum berjalan, saya siap memfasilitasi agar dinas koperasi turun langsung,” tegasnya.
Selain masalah ekonomi, warga juga menyoroti kebutuhan fasilitas umum seperti kursi untuk kegiatan sosial dan tempat sampah yang kerap hilang.
Arifin menanggapi positif dengan menyarankan agar dana kelurahan dimanfaatkan untuk pengadaan sarana publik yang lebih tahan lama.





