
Menurutnya, kolaborasi ini tidak hanya mendorong peningkatan penerimaan pajak, tetapi juga memperkuat basis data perpajakan yang terintegrasi, sehingga potensi kebocoran pendapatan dapat diminimalisir.
Direktur Jenderal Pajak, Bimo Wijayanto, dalam sambutannya menekankan bahwa PKS Tripartit merupakan langkah nyata dalam mempererat sinergi pusat-daerah untuk optimalisasi penerimaan negara.
“Kerja sama ini tidak hanya soal pemungutan, tetapi juga tentang membangun sistem perpajakan yang berkeadilan, efisien, dan saling mendukung,” kata Bimo.
Sejak diluncurkan tahun 2019, PKS Tripartit telah berkembang dari 7 daerah pilot project menjadi 527 pemerintah daerah atau sekitar 97 persen dari total daerah di Indonesia per Oktober 2025.
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menyampaikan apresiasi kepada Bapenda atas perannya dalam memperkuat kolaborasi lintas instansi. Ia menegaskan bahwa sinergi ini akan menjadi pendorong utama kemandirian fiskal Kota Makassar di masa mendatang.
“Pemerintah Kota Makassar siap mendukung penuh sinergi ini. Dengan dukungan Bapenda dan seluruh pihak, kita ingin memastikan tata kelola perpajakan yang lebih transparan, akuntabel, dan berkelanjutan,” tegas Munafri.





